Tingkatkan Pengetahuan Tentang Keanekaragaman Hayati, Siswa MAN Surabaya Lakukan Praktikum Lapang ke Kebun Sayur Surabaya

Uncategorized

Kota
Surabaya (MAN Surabaya) – Sabtu (30/9), Dalam rangka meningkatkan pengetahuan
siswa mengenai konservasi keanekaragaman hayati, tim guru biologi MAN Surabaya
mengajak siswa-siswa MAN Surabaya kelas X MIPA dan X IPS berkunjung ke kebun
sayur yang berlokasi di Penjaringan Asri A1/41-44 Surabaya.
Kegiatan
praktikum ini dilaksanakan mulai pukul 06.30 sampai 12.00 WIB. Karena banyaknya
siswa kelas X dan terbatasnya lahan tempat praktikum, maka dengan terpaksa kegiatan
dibagi menjadi 3 gelombang. Hal tersebut disampaikan oleh Anita Kurnia Rahayu,
guru biologi MAN Surabaya yang menjadi penggagas kegiatan praktikum tersebut.

Kegiatan praktikum ini kami bagi menjadi 3 gelombang, gelombang pertama dimulai
pukul 06.30 s.d 08.00 WIB. Pesertanya dari siswa kelas X IPS 2, X IPS 3, dan X
MIPA 4. Gelombang kedua dimulai pukul 08.30 s.d 10.00 WIB. Pesertanya dari
siswa kelas X MIPA 1, X MIPA 2, dan X MIPA 6. Sedangkan gelombang terakhir
mulai pukul 10.30 s.d 12.00 WIB dengan peserta dari kelas X IPS 1, X MIPA 3,
dan X MIPA 5,” urai Anita.
Tepat
pukul 06.30 WIB, rombongan peserta praktikum gelombang satu tiba di lokasi
kebun sayur. Mereka disambut oleh Pak Kemas. Pak Kemas inilah pemilik kebun
sayur sekaligus pemandu kegiatan praktikum. Dengan telaten dan penuh kesabaran,
Pak Kemas mengajari siswa-siswa MAN Surabaya untuk praktik hidroponik tanaman
sayur, yaitu praktik benih selada.
Siswa-siswa
tampak antusias selama proses kegiatan.  Didampingi
para wali kelasnya, siswa-siswa tampak serius menyimak penjelasan Pak Kemas dan
memperhatikan cara hidroponik yang ditunjukkan oleh Pak Kemas. Sesekali mereka tampak
mencatat dan merekam presentasi Pak Kemas. Hal tersebut karena setelah
kegiatan, mereka harus menyelesaikan lembar kerja yang sebelumnya telah
dibagikan.  
Disinggung
mengenai kegiatan ini, Anita pun menjelaskan pola kegiatan dan tujuannya
mengajak siswa-siswa tersebut mengunjungi kebun sayur.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pelajaran materi keanekaragaman hayati,
yaitu hidroponik yang diterima siswa di kelas. Sengaja kami kemas dalam bentuk kegiatan
praktik langsung karena di sini (kebun sayur), siswa akan menerima penjelasan
mengenai hidroponik langsung dari ahlinya sekaligus praktik bertanam secara
hidroponik. Sebelum kunjungan, kami bagikan lembar kerja ke siswa yang berisi
panduan kegiatan praktikum dan bahan diskusi selama praktik. Jadi siswa praktik
sekaligus menyelesaikan lembar kerja tersebut,” jelas Anita.

Dengan demikian, kami berharap siswa kami dapat lebih paham tentang hidroponik.
Ke depannya, kami akan mencoba membuat tanaman hidroponik sendiri di madrasah.
Karena selain tidak membutuhkan lahan yang luas, bertanam secara hidroponik
dapat memberikan banyak keuntungan bagi madrasah. Antara lain madrasah akan lebih
hijau, udaranya akan lebih segar dan sehat. Hasil hidroponiknya pun dapat
dimanfaatkan bersama,” harap Anita. (HMS)
 kebun sayur ini adalah supaya siswa kami
mengenal salah satu usaha konservasi secara ex situ pada keanekaragaman hayati.
Selama ini, siswa belajar bersumber dari bacaan yang ada di buku-buku
pelajaran. Dengan mengunjungi dan praktik secara langsung seperti ini, kami berharap
para siswa dapat lebih memahami materi keanekaragaman hayati melalui hidroponik.
Dan harapan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *