Tim KTI Madrasah Aliyah Negeri Kota Surabaya Raih Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah

Uncategorized
Kota
Surabaya (MAN Kota Surabaya) – Selasa (31/10) menjadi hari istimewa
bagi Citra Mutiara Devi dan Nur Fadilah. Dua siswi MAN Kota Surabaya
tersebut berhasil meraih juara 1 dalam lomba karya tulis ilmiah yang
diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.
Terasa istimewa karena pada hari ini mereka bersama tim KTI sekolah lain
yang menjadi juara 2 dan 3 diundang oleh rektor UINSA untuk menghadiri
acara dies natalis SAINSTEK UINSA sekaligus penyerahan tropi,
sertifikat, dan uang pembinaan dari panitia LKTI.
Senyum
bahagia dan penuh syukur terukir diwajah mereka. Mereka mengaku tidak
menyangka bahwa limbah cangkang telur ayam mengantarkan tim mereka
meraih juara 1.
Judul
karya tim MAN Surabaya adalah pemanfaatan limbah cangkang telur ayam
sebagai alternatif kebutuhan kalsium pada manusia. Ide ini didapatkan
Citra Mutiara Devi dan Nur Fadilah ketika melihat banyaknya cangkang
telur yang terbuang begitu saja di tempat sampah. Padahal, jelas Citra
di dalam cangkang telur ayam terdapat komponen yang dibutuhkan manusia,
yaitu kalsium.
“Kondisi
tersebut kami padukan dengan kegemaran remaja masa kini yang gemar
dengan jajanan sempol. Dari situ kami mempunyai ide untuk mencampurkan
tepung hasil cangkang telur ke dalam adonan sempol dengan harapan sempol
tersebut selain memenuhi selera pasar juga bisa memenuhi kebutuhan
kalsium pada manusia. Banyak percobaan yang kami lakukan, hingga
akhirnya diperoleh sampel sempol yang oleh fakultas farmasi UNAIR
dinyatakan cukup untuk memenuhi kebutuhan harian akan kalsium pada
manusia rentang usia 11 sampai 24 tahun,” jelas Citra.
Ketika ditanya mengenai babak final,  dengan lugas Nur Fadilah menjelaskan bahwa final
LKTI berlangsung Sabtu (28/10) di Fakultas SAINSTEK UINSA mulai pukul
09.00 sampai 17.30 WIB. Semua tim yang lolos final harus
mempresentasikan  karya tulisnya masing-masing di hadapan dewan juri
yang berasal dari UNAIR, ITB, dan UNDIP. 
“Berbeda
dengan tim yang lain, kami mengaitkan hasil penelitian yang kami
peroleh dengan ayat-ayat al-qur’an. Di segi penampilan pun kami tampil
beda. kami mempresentasikan karya tulis kami dengan menggunakan 3
bahasa, yaitu bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Arab. Kami
ingin menunjukkan bahwa hal itu merupakan nilai lebih siswa madrasah.
Ternyata  penampilan kami mampu mencuri poin dewan juri di kriteria
penilaian kreativitas gagasan. Dan yang membanggakan adalah dewan juri
mengakui karya kami original, bukan karya hasil plagiat,” jelas Nur
Fadilah.
Dari
informasi yang diterima dari Pembina KTI MAN Kota Surabaya, M. Farid
Wadjidi, diakui bahwa karya Citra dan Nur Fadilah memang asli karya
mereka dengan support penuh semua lini madrasah.

Diawal
penelitian dan studi literasi, jelas Farid mereka didampingi oleh
Ingrid Ariani Savitri, guru biologi, hingga mereka mendapatkan komposisi
sampel tepung cangkang telur.

“Sampel
ini kemudian diujikan di Fakultas Farmasi UNAIR atas support Kepala
Tata Usaha MAN Kota Surabaya, Abdul Ghofar Ismail.  Saat pembacaan hasil
lab kami dibantu oleh pak Sunarwan, guru kimia. Saat presentasi, kami
didukung oleh guru bahasa Inggris dan guru bahasa Arab, yaitu pak
Surawan dan pak Afif Farikhin. Jadi bisa dikatakan kami bekerja secara
lintas sektoral karena melibatkan semua unsur madrasah. Saya ucapkan
terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada anak-anak KTI ini.
Semoga anak-anak tidak terlena dengan hasil ini karena mereka harus
bersiap menghadapi LKTI tingkat nasional yang insyaAllah akan digelar di
UMM pada Januari tahun depan,” jelas Farid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *