Tim Eco School MAN Surabaya ikuti kegiatan Enviro Class : Water Treatment

Uncategorized

Kota Surabaya (MAN Surabaya) Jumat
(31/3), tim Eco School MAN Surabaya mengikuti Enviro Class: Water
Treatment yang diselenggarakan oleh teknik lingkungan ITATS . Hujan yang
mengguyur di hari itu tak menyurutkan niat mereka untuk menuju kampus
ITATS, Jl. Arif Rahman Hakim No. 100, Surabaya. Mereka adalah Atikah,
Madany, Olivia, dan Intan, anggota Eco School MAN Surabaya yang dipilih
untuk mengikuti kegiatan Enviro Class: Water Treatment Workshop.

Pukul
08.00 WIB, tim yang didampingi oleh Anita Kurnia Rahayu itu tiba di
ITATS. Sesampainya di sana, mereka diarahkan menuju ruang G-207. Mereka
berkumpul dengan semua peserta undangan dari SMA/SMK se-Surabaya. Di
ruang tersebut, para peserta menerima pengetahuan tentang proses
pengolahan air minum dan proses pengolahan limbah cair. Pihak perwakilan
ITATS menjelaskan bahwa kegiatan Enviro Class ini adalah sebagai upaya
kampus untuk mengedukasi masyarakat tentang infrastruktur pengolahan air
minum dan pengolahan limbah cair.
Tim
eco school MAN Surabaya terlihat serius mengikuti presentasi yang
disampaikan oleh pihak ITATS. Setelah sesi presentasi, para peserta
Enviro Class diajak menuju ke laboratorium kualitas lingkungan ITATS. Di
laboratorium ini para peserta ditunjukkan secara langsung tentang
prosedur infrastruktur pengolahan air minum dan pengolahan limbah cair.
Di sini para peserta diperkenankan untuk melihat dan bertanya langsung
pada para laboran tentang pengolahan air minum dan limbah cair.
Tak
menyia-nyiakan kesempatan, tim eco school MAN Surabaya pun bertanya
tentang filtrasi air. Terutama Anita, guru biologi MAN Surabaya yang
mendampingi tim eco school MAN Surabaya.
“Proses
filtrasi ini ternyata cukup sederhana. Ilmu ini mungkin bisa diterapkan
di MAN Surabaya sebagai salah satu usaha penghematan air PDAM. Dengan
filtrasi, air sumur akan lebih jernih, tanpa rasa dan tanpa bau,
sehingga bisa dimanfaatkan untuk air pemenuhan kebutuhan sehari-hari
madrasah seperti untuk pengisian kamar mandi, menyiram tanaman, bahkan
untuk wudhu. Namun, untuk kelayakan dikonsumsi atau sebagai air minum,
perlu diuji lebih lanjut,” jelas Anita.
Selaras
dengan yang disampaikan Anita, Atikah (ketua eco school) menyampaikan
kesan tentang kegiatan ini. Kami memperoleh tambahan pengetahuan
tentang pengolahan air. Beberapa yang dijelaskan tadi memang pernah kami
terima di madrasah, tapi dikegiatan ini kami bisa langsung melihat
prosesnya. Seru pokoknya, kata Atikah.
Kegiatan pun berakhir ketika
jarum jam menunjuk pukul 14.00 WIB. Tim eco school MAN Surabaya pun
kembali ke madrasah. Namun mereka tak pulang dengan sia-sia. Banyak
pengetahuan dan wawasan baru yang mereka peroleh untuk disemaikan dan
diwujudkan di MAN Surabaya. (Humas MAN Surabaya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *