Tema Zonasi Antar Tim KIR MAN Kota Surabaya Raih Juara 2 LKTI Tingkat Nasional

Event LKTI

Kota Surabaya (MAN Kota Surabaya) – Senin (7/10), Tim KIR MAN Kota Surabaya berhasil meraih juara 2 dalam Educarris (Education Carriage Season 2019) yaitu lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya. Lomba ini mengangkat tema Aktualisasi Generasi Milenial Dalam Mensukseskan Sustainable Development Goals (SDG’s) dan bertujuan agar siswa-siswi di Indonesia dapat turut serta mensukseskan program pemerinta melalui SDG’s.

Di Educarris 2019 ini, tim KIR MAN Kota Surabaya mengangkat tema zonasi dalam penerimaan peserta didik. Tema ini dipilih oleh Binta Mu’awanah dan Triyatul Dewi Safitri, tim KIR MAN Kota Surabaya, karena tergelitik curhatan teman-temannya yang adiknya yang gagal masuk ke sekolah negeri yang diinginkan meskipun memperoleh nilai bagus karena zonasi. Akibatnya mereka bersekolah di sekolah swasta. Sisi yang diangkat oleh dua dara manis ini adalah adanya kondisi adik-adik teman mereka yang kini cenderung tidak termotivasi untuk giat belajar di sekolahnya karena merasa prestasinya kalah dengan sistem zonasi.

Diceritakan oleh Binta dan Tri, penyusunan karya ilmiah mereka melalui proses yang cukup panjang. Lebih dari satu bulan mereka melakukan observasi data melalui internet dan wawancara. Belum lagi waktu yang melelahkan saat menunggu pengumuman karya yang lolos babak final.

“Karya kami berjudul “The percentage of the value of smart students lose with zoning system”.  Kami kirim karya ke panitia secara online pada 30 Agustus. Cukup lama jarak waktu dari batas kirim ke pengumuman. Pengumuman 30 besarnya diumumkan pada 16 September, nama kami ada. Dan alhamdulillah sampai di tanggal 18 September, yaitu pengumuman lima besar nama kami masih ada. Karena kami masuk lima besar maka di tanggal 2 Oktober kami diwajibkan mengikuti babak final yaitu sesi presentasi karya di hadapan dewan juri,” jelas Binta.

Didampingi M. Farid Wadjidi selaku pembimbing KIR, Binta dan Triyatul mempresentasikan karya tulisnya di hadapan dewan juri. Berdua mereka mempresentasikan karyanya menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.

“ Saat final yang semula ada lima tim ternyata satu tim mengundurkan diri sehingga yang hadir hanya empat tim. Dan tiga tim selain kami semuanya berasal dari Gresik. Setiap tim diberi waktu 15 menit untuk presentasi dan 30 menit untuk menjawab pertanyaan juri. Muncul juga sedikit rasa deg-degan karena khawatir tidak mampu menjawab pertanyaan juri,”urai Triyatul.

Deg-degan itu belum selesai karena pengumuman juara tidak langsung diumumkan. Kepastian bahwa tim KIR MAN Kota Surabaya meraih juara 2 baru diperoleh keesokan harinya (3/10). Di hari Kamis (3/10) itu Binta dan Triyatul diumumkan menjadi juara 2 LKTI Educarris 2019 dengan total nilai 1400. Awarding dilaksanakan setelah pelaksanaan acara seminar nasional yang diselenggarakan oleh  Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya. (HMS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *