Robot Amphibi MAN Kota Surabaya Raih Juara 1 di Ajang Robot in Action ITS Expo 2019 Tingkat Nasional.

Uncategorized

Kota
Surabaya (MAN Kota Surabaya) – Ajang ITS Expo 2019 menjadi ajang ukir prestasi
bagi tim robotika MAN Kota Surabaya. MAN Kota Surabaya yang menurunkan dua tim
robot yaitu MS-Indonesia dan MS-C.Tok berhasil menempatkan MS-Indonesia sebagai
sang juara
  di lomba robot tingkat
nasional tersebut.
Bertempat
di graha ITS kampus Sukolilo, 2 tim robotika MAN Kota Surabaya berlaga di
kategori Amphibi. Mereka bertarung melawan 19 tim robotika dari SMA/SMK
se-Indonesia. Baik MS-Indonesia maupun MS-C.Tok melalui babak penyisihan dengan
lancar. Di babak enambelas besarpun, dua tim MAN Kota Surabaya tersebut mampu
menyelesaikan misi lomba yaitu menjemput orang terdampar dan VDR dengan lancar.
Namun sayang, langkah tim MS-C.Tok harus berhenti di babak delapan besar dan
menggantungkan harapan tinggi ke tim MS-Indonesia yang dapat terus melaju ke
babak empat besar.
Tidak
mudah untuk sampai ke posisi juara 1. Hal tersebut disampaikan oleh Achmad
Fatchurrozi Zanuar, siswa kelas X MIPA 2 yang bergabung di tim MS-Indonesia
bersama Dina Mifzaluna (kelas X MIPA 3), dan Ananda Avicenna Rahmadani Akbar (X
MIPA 4). Mulai dari perakitan robot yang membutuhkan waktu sekitar satu bulan
hingga tim harus membuat ulang robot sebelum lomba karena tiba-tiba robot
error. Di bawah bimbingan Arif selaku pelatih ekstrakurikuler robotika, yang
juga merupakan alumni berprestasi MAN Kota Surabaya bidang robotika, tim
robotika bekerja keras menyempurnakan rakitan robot supaya bisa tampil
maksimal. Babak demi babak pun dilalui MS-Indonesia dengan penuh perjuangan dan
akhirnya perjuangan itu terbayar oleh kemenangan manis yang diraih oleh tim
MS-Indonesia. Perjuangan per babak inipun dikisahkan oleh Fatchurrozi.

Misi tiap babak adalah mengambil objek berupa orang yang terdampar dan VDR.
Namun tiap babak berbeda mengenai jumlah objek (orang terdampar dan VDR) yang harus
diambil. Di penyisihan kami harus mengambil 5 orang terdampar dan 1 VDR. Satu
orang yang dapat diambil dan diletakkan ke start bernilai 10. Di babak
penyisihan ini kami dapat poin 20. Sepertinya poin nya kecil ya karena dapat 2
orang saja tapi tim lain malah banyak yang tidak dapat menyelesaikan misi
sehingga kami masuk ke babak 16 besar. Di babak 16 besar, misi yang harus
diselesaikan berbeda sedikit. Di babak ini setiap tim diperbolehkan mengambil
objek orang tim lawan untuk menambah poin. Kunci kemenangan kami karena kami
berhasil mengangkut objek orang lawan yaitu tim elite dari SMK 2 Surabaya,”
tutur Fatchurrozi.
“Untuk
babak 8 besar misinya masih sama. Namun sayang, dibabak ini MS-C.Tok harus
gugur dan tinggal MS-Indonesia yang masih bertahan dan lolos ke final. Oleh
karena itu kami bertekad untuk dapat menyelesaikan final dengan maksimal. Di
final misinya hampir sama dengan babak penyisihan, tapi setiap tim harus
melakukan 2 kali race dengan total poin maksimal 200. Sebenarnya poin kami dan
tim lawan yang berasal dari Jombang sama-sama dapat 200, tapi MS-Indonesia
dapat lebih cepat menyelesaikan misi sehingga juara 1 menjadi milik kami. Dan istimewanya
lagi, penyerahan trophi kemenangan dilakukan di 
rumah dinas walikota Surabaya. Yang menyerahkannya pun perwakilan dari
pemerintah kota Surabaya. Jadi kami pernah deh ke rumas dinas walikota
Surabaya,” tutup Fatchurrozi sambil tersenyum. (HMS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *