Pembinaan Kedisiplinan Siswa MAN Kota Surabaya oleh Kapolsek Rungkut dan Polrestabes Surabaya.

Kesiswaan

Kota Surabaya (MAN Kota Surabaya) – Senin (24/2), Pelaksanaan upacara bendera di MAN Kota Surabaya kali ini berbeda dengan biasanya karena yang bertindak sebagai pembina upacara bukanlah bapak atau ibu guru melainkan Kapolsek Rungkut, Kompol I Gede Suartika. Kehadiran kapolsek tersebut dalam rangka melakukan pembinaan kedisiplinan ke siswa MAN Kota Surabaya.

Di hadapan para peserta upacara, I Gede Suartika berpesan banyak hal mengenai kedisiplinan dan mawas diri dalam pergaulan. Ia menekankan pada para peserta upacara untuk menjauhi narkoba dan minuman keras, jangan terlibat tawuran, dan pergunakan IT dengan sebaik-baiknya karena kalau digunakan dengan baik akan memberikan kebaikan kepada penggunanya. Selain itu ia juga menghimbau agar tertib dalam berlalu lintas.

Pembinaan belum usai ketika upacara usai karena ada sesi pembinaan lanjutan di aula yang dilakukan oleh polrestabes. Sebanyak 120 siswa berasal dari siswa kelas X dan XI hadir di aula sebagai peserta pembinaan. Sebagai narasumber adalah petugas dari polrestabes yaitu Yulies. Yulies lebih mendetailkan apa yang disampaikan I Gede Suartika di lapangan upacara sebelumnya.

“Gunakan internet secara cerdas dan bijaksana. Dikatakan cerdas ketika kalian browsing sesuai kebutuhan dan dikatakan bijaksana jika kalian mampu memilah konten . Jika muncul animasi yang memuat konten pornografi ya jangan dibuka. Langsung tekan tanda silangnya. Jangan juga di download untuk disimpan,” jelas Yulies.

“Sekarang tidak ada yang tidak punya HP dan medsos. Saya yakin pasti semua punya. Nah, sekarang ada UU ITE, yaitu undang undang mengenai informasi dan transaksi elektronik. Maka gunakan HP dan medsos kalian dengan cerdas dan bijaksana. Jangan mengupload hal-hal atau tulisan yang dapat menyebabkan kalian terjerat UU ITE ini. Meskipun tulisan sudah kalian hapus dari medsos tadi jejak digital tetap terekam. Oleh karena itu berhati hatilah dalam bermedsos,” sambung Yulies.

Selain tentang internet, HP, dan medsos, Yulies juga mengajak siswa MAN Kota Surabaya untuk menjauhi narkoba, minuman keras, dan pornografi. Yulies juga mengajak siswa MAN Kota untuk tertib dalam berlalu lintas, mentaati peraturan lalu lintas, tidak memodifikasi kendaraan bermotor karena membahayakan pengendaranya, dan tentang e tilang.

Acara pembinaan ini berlangsung sekitar satu jam. Banyak pengetahuan dan wawasan baru yang didapatkan para siswa MAN Kota Surabaya terutama tentang kedisplinan. Hal itu juga disampaikan oleh Fathorrakhman selaku kepala MAN Kota Surabaya dalam sambutan penutupannya “Kita patut bersyukur karena hari ini siswa kami mendapat ilmu dan pengetahuan baru tentang kedisiplinan. Kami juga berterimakasih atas pembinaan yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Dengan kerjasama ini diharapkan anak-anak MAN Kota Surabaya dapat lebih disiplin, menjaga diri dan keluarganya dari narkoba, miras, dan hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Fathorrakhman. (HMS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *