Pembinaan Guru dan Pegawai sekaligus Pisah Sambut Kepala Tata Usaha MAN Surabaya

Uncategorized
Kota Surabaya (MAN Surabaya) – Jum’at, (19/5) telah dilaksanakan pembinaan Guru dan Pegawai di MAN Surabaya, jalan Wonorejo Timur No. 14 Surabaya. Pembinaan disampaikan oleh Haris Hasanudin, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, dan Umi Kholisoh, Kasi Pendma Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya. Acara pembinaan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas guru dan pegawai itu dimulai pukul 14.00 WIB dan dihadiri oleh Kasi Bimas Islam, Kepala MTsN,dan Kepala MIN di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya. 
Dalam acara tersebut juga dilaksanakan pisah sambut Kepala Tata Usaha MAN Surabaya dari  Plt. Ruslan Hadi ke Abdul Ghofar Ismail. Dalam sambutannya, Fathorrakhman, Kepala MAN Surabaya menyatakan bahwa pembinaan  dari kakankemenag dan Kasi Pendma diperlukan untuk peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan yang ada di MAN Surabaya. Pembinaan ini menjadi pengingat bagi kita semua agar selalu siap melayani masyarakat dan jauh dari sifat malas dalam berkarya,” jelas Fathorrakhman.
“Kepada pak Ruslan, kami ucapkan terima kasih atas kebersamaan dan karyanya selama kurang lebih 5,5 bulan menjadi Plt. KaTU di MAN Surabaya. Pada  pak Ghofar, kami ucapkan selamat datang di MAN Surabaya. Semoga hadirnya beliau semakin meningkatkan kualitas  pelayanan madrasah ke masyarakat,” lanjut Fathorrakhman.
Dalam pembinaan tersebut, Haris Hasanudin juga mengucapkan selamat kepada Abdul Ghofar Ismail yang menjabat sebagai KaTU MAN Surabaya. Beliau berharap KaTU baru dapat merawat apa yang ditinggalkan KaTU sebelumnya dan terus berbenah untuk meningkatkan pelayanan lembaga.
“Untuk membentuk madrasah yang maju dan baik diperlukan unsur intern dan unsur ekstern. Unsur intern berasal dari dalam madrasah sendiri, salah satunya dari pendidik dan tenaga kependidikannya. Pendidiknya harus memiliki 4 kompetensi pendidik yang meliputi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial. Sedangkan unsur ekstern adalah peran serta masyarakat yang terwujud dalam komite madrasah. Hal ini karena peran masyarakat diperlukan untuk memajukan madrasah,” jelas  Haris.
Diakhir pembinaannya, kakankemenag berharap MAN Surabaya mampu memunculkan karakteristik madrasah.
“Madrasah harus bisa mencetak kader-kader bangsa yang pintar dan benar. Salah satu jalan untuk mewujudkannya dengan memunculkan karakteristik madrasah melalui program boarding atau pondok. Di pondok itulah  kawah candradimuka nya siswa-siswa madrasah ditempa untuk dapat menjadi kader-kader bangsa yang pintar dan benar,” harap Haris. (Humas MAN Surabaya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *