MS-C-TOK Dan MS-Indonesia Pastikan Piala Bergilir Lomba Karya Teknologi Robotika Tingkat Nasional Milik MAN Kota Surabaya.

Uncategorized

Kota
Surabaya (MAN Kota Surabaya) – Arena Kaza City Mall jadi saksi kesuksesan dua
tim robotika MAN Kota Surabaya dalam ajang Lomba Karya Teknologi (LKT) yang
diselenggarakan oleh Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Hal ini karena
terjadi final All MAN Kota Surabaya, yaitu antara MS-C-TOK dan MS-Indonesia.
Momen penuh prestasi tersebut terjadi pada Sabtu (27/9) sampai Minggu (28/9) di
Kaza City Mall, Tambakrejo, Simokerto Surabaya.

Turun
di divisi professional robot, MS-C-TOK berhasil menjadi juara 1 dan MS-Indonesia
menjadi juara 2. Perjalanan untuk terjadi final All MAN Kota Surabaya tidaklah
mudah. MS-C-TOK (yang diawaki oleh M. Firza Pahlevi, Afifa Desiana, dan Achmad
Fatchrurrozi Z) dan MS-Indonesia (yang diawaki oleh Moch. Fariz A, Isnaini
Wahyu U, dan Nur Fadilah) harus menumbangkan kecanggihan robot transporter dan
line tracer dari 14 tim lawan dari seluruh sekolah di Indonesia.
Diceritakan
oleh Afifa, awak robot MS-C-TOK, bahwa lomba ini adalah lomba canggih
robot  transporter dan linetracer. Penilaian
yang diberlakukan panitia adalah poin terbanyak, waktu tercepat, dan menang
mutlak. Prosedur lomba yang harus diselesaikan para robot adalah menempatkan
objek, membawa objek ke drop zone, dan menyusun objek tersebut di pulau. Robot
transporter bertugas menempatkan beberapa objek yaitu objek pendidikan, objek
rumah sakit, dan objek rumah. Disambung dengan robot linetracer yang membawa
objek rumah untuk diserahkan ke drop zone. Dari drop zone, objek tersebut
disusun oleh robot transporter untuk dibawa ke salah satu pulau yang ada.

Di babak penyisihan, objek yang dibawa robot transporter sebanyak 10 objek
yaitu 5 objek pendidikan dan 5 objek rumah sakit. Kemudian menyusun 2 buah
rumah yang telah dikirim oleh robot linetracer dan menempatkannya di pulau-pulau
yang ada. Untuk babak 16 besar objek yang diselesaikan hanya 6 saja dengan
menggunakan sistem penilaian menang mutlak ,” tutur Afifa.
Tidak
semua babak dilalui dengan lancar. Hal ini karena robot tim lain juga cukup
handal menyelesaikan misi lomba. Afifa juga menyebutkan bahwa lawan terberat
untuk robot MAN Kota Surabaya adalah robot tim patriot dari SMA Negeri 4
Kediri.

Bahkan hati saya sempat kecil karena pagi hari sebelum babak 16 besar MS-C-TOK
mengalami gangguan. Sampai beberapa kali kami terpaksa ganti komponen, MS-C-TOK
tetap tidak mau melewati line nya dan akhirnya harus pasrah karena MS-C-TOK
tetap rewel. Sambil berdoa kami berharap MS-C-TOK dapat kembali ke performanya,
dan syukur alhamdulillah, rewelnya MS-C-TOK tidak berlangsung lama. MS-C-TOK
dapat kembali ke performa terbaiknya dan berhasil menjadi juara 1,” tutup Afifa
sambil tersenyum bahagia.
Karena
kesuksesan MAN Kota Surabaya meraih juara 1 berturut-turut yakni tahun 2017 dan
tahun ini (2018) maka piala bergilir Lomba Karya Teknologi (LKT) Robotika
Tingkat Nasional sah menjadi milik MAN Kota Surabaya. (HMS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *