MAN Surabaya Raih The Best Mading 3D KOMPAS

Uncategorized
Kota Surabaya (MAN Surabaya) – Grow Mangrove Grow adalah judul mading 3D MAN Surabaya yang diusung MAN Surabaya dalam kompetisi mading 3 D oleh Harian Kompas. Judul  inilah yang kemudian dinobatkan Kompas sebagai pemenang tingkat kota.
Kota Surabaya (MAN
Surabaya)-Pada Jum’at(8/9), MAN Surabaya menerima hadiah senilai RP 25
juta dari Kompas. Hadiah yang diberikan Kompas kepada MAN Surabaya
berupa sejumlah buku senilai Rp. 10 juta, 150 pohon, TV LED, dan mini
PC.  Sedangkan hadiah  yang diterima  siswa (tim mading yang terdiri atas 6 siswa) berupa bingkisan senilai 2,5 juta rupiah dan uang sebesar 1,5 juta rupiah.
“Terimakasih atas
hadiah yang diberikan Kompas, mudah mudahan dengan hadiah ini membuat
kami lebih berkreasi,” uangkap Juan Allesandro Nurriel, siswa kelas XI
IPS 1, ketua tim Mading 3D MAN Surabaya.Wajah wajah ceria pun terlihat
dari lima orang anggota tim yang lain ketika  mereka menerima hadiah.
Koran nasional
terbesar di Indonesia ini sedang giat giatnya mempropagandakan aksi
hijau peduli bumi. Di antara aksi hijau peduli bumi yang dilaksanakan
harian ini adalah lomba mading 3D yang pada tataran implementasinya
adalah sekolah.
Lomba mading 3D yang
diikuti oleh sekolah-sekolah di beberapa kota di Indonesia ini, cukup
mengundang perhatian siswa. Apalagi tema yang diangkat menyoal aksi
hijau di kotamu. Praktis saja, kegiatan ini bisa membangkitkan
kepedulian siswa terhadap lingkungan. Khususnya, mereka, para siswa yang
tinggal di kota besar.
“Saya merasa perlu
untuk melaksanakan penghijuan di sekolah saya mengingat kondisi sekolah
saya yang saat ini masih gersang. Rasanya sangat perlu untuk
menghijaukan sekolah saya agar lebih asri dan nyaman,” ungkap Juan
Alessandro Nurriel, siswa kelas XI IPS 1, sebagai ketua  tim mading 3 D MAN Surabaya.
Juan adalah salah satu
ketua tim mading 3D yang merasa bangkit semangatnya untuk menggerakkan
penghijuan di MAN. Semangat itu, dia peroleh saat mengerjakan mading
yang bertema penghijauan.
Seluruh bahan yang
dipakai siswa MAN Surabaya dalam pembuatan mading 3 D berasal dari
barang bekas. Di antaranya adalah kulit telor, karung, kertas semen, besek-nya
ikan tongkol, kardus, kulit kacang, serbuk kayu, ijuk, bekas CD yang
rusak, bekas tong sampah, duri ikan tongkol, dan lain lain.
Mading yang di dalamnya terdapat replika kota Surabaya beserta hutan mangrovenya itu dibalut dengan  barang
bekas. Menggunakan desain artistik yang dipadukan oleh konten mading
yang sesuai dengan tema, muncullan karya baru yang unik.
“Ini mading yang
keren, semua bahannya dari barang bekas dan beritanya ada liputannya,
ada juga wawancaranya. Wah pokoknya, ini keren deh,” ungkap Agus,
wartawan Kompas yang juga masuk sebagai tim penilai.  
Seluruh proses pembuatan mading 3 D ini dilakukan siswa yang juga dibantu oleh wali murid, sebagai anggota stake holder
madrasah. Sementara itu, konten pemberitaan yang diangkat dalam mading
itu adalah seputar kegiatan siswa MAN tentang penghijauan di Surabaya.
Ada pula wawancara dengan pengelola Jogging Track, di Mangrove. Tak heran jika Kompas kemudian jatuh hati pada mading 3D MAN Surabaya.
Pada kompetisi
berikutnya, tim mading yang terdiri atas enam orang ini, akan bertanding
di tingkat nasional dengan melaporkan hasil karya liputan liputan
mereka soal aksi hijau di sekolah dan sekitarnya kepada kompas selama
enam bulan ke depan. Mudah mudahan tim mading MAN Surabaya dapat
memberikan hasil terbaik pada kompetisi tingkat nasional di Kompas pada
durasi enam bulan ke depan. (wiji)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *