MAN Kota Surabaya Raih Double Winner Di Ajang Lomba Karya Teknologi 2019 Tingkat Nasional.

Event Robotika

Kota Surabaya (MAN Kota Surabaya) – Senin (28/10), bertepatan dengan peringatan hari sumpah pemuda, MAN Kota Surabaya memperoleh kabar prestasi. Kabar tersebut datang dari dua tim robotika MAN Kota Surabaya yang berhasil mempersembahkan double winner dari lomba karya teknologi 2019 tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Surabaya. Lomba karya teknologi yang digelar di Kaza Mall pada Sabtu (26/10) sampai Minggu (27/10) ini mengangkat tema light up our mind with technology dan mempertandingkan kecanggihan teknologi robot untuk tugas pendistribusian barang.

Turun di divisi robot professional, dua robot MAN Kota Surabaya yaitu MS-Indonesia yang diawaki oleh Anandaavicenna kelas XI MIPA 4, Zanizar Pahlevi Satya Darma kelas XI MIPA 2, dan Adrian Dwi Laksono kelas XII MIPA 3 dan MS-C.tok yang diawaki oleh M. Firza Pahlevi kelas XII MIPA 4, Yagi Aditya kelas XII MIPA 4, dan Destiana Eka kelas XI MIPA 7 sukses bersua di babak final dan mempersembahkan juara 1 dan 2 untuk madrasah. MS-Indonesia meraih juara 1 sedangkan MS-C.tok meraih juara 2.

Lomba robot ini terdiri dari robot jenis transporter dan line tracer. Karena tingkat nasional, lomba ini pun diikuti banyak tim dari berbagai daerah. Setiap tim diharuskan membawa dua robot yang memiliki dua fungsi yang berbeda. Dua robot ini nantinya harus menyelesaikan misi yang berbeda pula. Hal itu disampaikan oleh Avicenna, awak MS-Indonesia.

“ Setiap tim membawa dua robot, yaitu robot transporter dan robot line tracer. Robot transporter harus melewati rintangan untuk menyelesaikan misinya yaitu memindahkan objek dari tempat peletakan objek ke dalam kotak dropzone. Setelah objek berada di dropzone maka objek tersebut dijemput oleh robot line tracer. Nah, robot line tracer ini yang akan memindahkan objek dari dropzone ke tempat yang telah ditentukan. Sistem penilaiannya berdasarkan banyaknya objek minimal yang dapat dipindahkan dan kecepatan tim dalam menyelesaikan misi tersebut,” jelas Avicenna.

Untuk babak penyisihan hingga delapan besar, semua tim berlaga per satu tim, dan baru tanding per dua tim secara head to head ketika babak semifinal. Setiap tim harus bertanding mengalahkan tiga tim lain.

“Untuk semifinal perlombaannya berbeda dengan babak-babak sebelumnya. Di semifinal setiap tim harus bermain tiga kali dan dilakukan secara head to head. Yang lolos ke babak final adalah tim yang cepat dalam menyelesaikan misi. Di babak ini MS-Indonesia menyapu semua kemenangan dari tiga tim yang dihadapi termasuk menang dari MS-C.tok, sedangkan MS-C.tok menorehkan 2 kali menang dari tim lain dan satu kalah dari MS-Indonesia. Karena keberhasilan ini, maka MS-Indonesia dan MS-C.tok lah yang lolos ke babak final dan double winner ini dapat kami persembahkan untuk madrasah kami, jelas Avicenna. (HMS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *