Kapolsek Rungkut Serukan Anti Berita Hoak ke Siswa MAN Kota Surabaya

Uncategorized

Kota
Surabaya (MAN Kota Surabaya) – Senin (26/3), Kapolsek Rungkut, Kompol Esti
Setija Oetami, SH menjadi Pembina upacara bendera di MAN Kota Surabaya. Kegiatan
ini merupakan kegiatan kerjasama MAN Kota Surabaya dengan pihak kepolisian
sektor Rungkut Surabaya dalam hal keamanan dan ketertiban.
Di
hadapan  sekitar 720 peserta upacara
bendera yang berasal dari siswa kelas X dan kelas XI, Esti Setija Oetami
memberikan pengarahan ketertiban kepada para siswa MAN Kota Surabaya. Dalam
amanatnya, Esti banyak memberikan pesan kepada siswa-siswa  MAN Kota Surabaya.

Anak-anakku, para siswa MAN Kota Surabaya yang saya banggakan. Selalulah
menjaga kedisiplinan. Disiplin itu meliputi disiplin diri, disiplin waktu dan
disiplin ilmu. Jangan kalian terjerumus dalam berbagai penyimpangan dan
pelanggaran hukum. Karena meski kalian di mata hokum termasuk dalam kategori
anak-anak atau berusia di bawah 18 tahun, namun ada beberapa kasus pelanggaran
dan kejahatan yang pelakunya anak-anak tetap bisa diproses secara hukum,” jelas
Esti.

Lebih
lanjut, Esti mencontohkan beberapa kejahatan yang pelakunya anak—anak namun
tetap dapat diproses secara hukum. Hal tersebut karena adanya bukti kejahatan
yang kuat, pelaku, dan korban serta didukung oleh adanya saksi.
Banyak
informasi mengenai ketertiban yang disampaikan oleh Esti. Informasi tersebut
membekali siswa MAN Kota Surabaya untuk lebih waspada terhadap segala bentuk
penyimpangan dan pelanggaran yang sedang marak akhir-akhir ini dengan
melibatkan anak-anak sebagai pelakunya.
Di
akhir amanatnya, Esti menegaskan beberapa hal cara mengantisipasi penyimpangan
dan pelanggaran yang dapat dilakukan oleh para siswa.

Ada beberapa langkah agar kalian bisa terhindar dari perbuatan yang menyimpang.
Pertama, mari kita tingkatkan keimanan. Dengan keimanan yang kuat kita dapat
membentengi diri kita sendiri dari penyimpangan. Kedua adalah kita tingkatkan
disiplin diri, disiplin waktu, dan disiplin ilmu. Jika kita tidak disiplin maka
akan timbul penyimpangan, penyimpangan ini yang akan menimbulkan berbagai
pelanggaran dan akibat dari pelanggaran ini adalah kejahatan. Selanjutnya, mari
kita jalin komunikasi , kerukunan dan kebersamaan yang terbuka dan baik. Dan di
masa digital seperti ini, kita harus dapat menjauhi narkoba dan berita hoak,”
pesan Esti.
Ada
yang menarik saat penutupan upacara bendera hari ini. Yaitu Esti mengajak
seluruh civitas madrasah untuk menyerukan anti berita hoak. Semuanya berbaur di
tengah lapangan upacara sambil menyerukan deklarasi anti berita hoak.

Kami keluarga besar MAN Kota Surabaya menolak berita hoak. Kami anti SARA. Kami
anti ujaran kebencian. Kami cinta damai dan NKRI harga mati” (HMS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *